Jumat, 11 November 2011

Kritikan mengenai kesenjangan Sosial Terhadap Pribadi Itu Sendiri

            banyaknya kesenjangan sosial membuat negeri kita ini makin terlihat semrawut, keadaan ini dapat kita lihat dari lingkup keseharian kita, yang tidak lepas dengan pemandangan dan budaya meminta minta baik di jalan maupun tempat lainnya, sedih memang jika kita melihat seperti ini, tapi kita tidak dapat menyalahkan mereka, karena mereka pun tak ingin seperti itu, untuk mengurangi kesenjangan sosial memang tidak mudah, mulai dari diri sendiri yang harus di tata, dan juga perlunya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintahan maupun warga negara lainnya, jika tidak saling mendukung, kemungkinan untuk memperbaiki kondisi ini sangatlah sulit, karenaa semua pun butuh proses, tak semudah membalikan telapak tangan.
 
            agar mendukung proses sebaiknya warga yanag termasuk dalam permasalahan ini diberi pengertian, pekerjaan yang layak, dan memberi ilmu pengetahuan tentang kesehatan dan pendidikan agar tidak tertiggal dan tidak semakin terbelakang.
memberikan fasilitas yang layak untuk mereka, terutama air bersih karena dapat kita lihat sendiri kehidupan mereka sangatlah berat, pemuh dengan halangan, rintangan.
       
         "Memperbaiki pendidikan dan memperhatikan  kesehatannya"
        

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.

1. Jika dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan / perjuangan. Sehubungan dengan itu, sejak kebangkitan Nasional, di Indonesia pernah tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi 20-an generasi 45 dan generasi 66, dengan masing-masing ciri khasnya.

2. Ada dua regenerasi, yaitu
    a. Regenerasi yang berlangsung alamiah. Artinya generasi berjalan lumrah seperti yang terjadi pada kelompok dunia tumbuhan atau hewan. Proses regenerasi ini berjalan sebagai biasa-biasa saja, berlangsung secara alami, tidak di ekspos atau dipublikasikan.
    b. Regenerasi berencana, artinya proses regenerasi ini sungguh-sungguh direncanakan, dipersiapkan. Pada masyarakat, suku-suku primitip, proses regenerasi dibakukan dalam lembaga dapat yang disebut inisiasi. Oleh karena itu system regenerasi seperti ini lebih tepat disebut regenerasi Kaderisasi. Pada hakikatnya system regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat para kader pimpinan para suku atau bangsa digembleng serta dipersiapkan sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya. Menggantikan generasi tua. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa diperlukan untuk dipertahankan kelangsungan eksistensinya serta kesinambungan suatu generasi atau bangsa, disamping dihadapkan terjaminnya kelestarian nilai-nilai budaya nenek moyang.

3. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam peraturan aksi-aksi Tritura, Supersemar,


4. Bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan tenaga-tenaga terampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan dalam tiga bidang yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.

PENGANTAR KOMPUTASI MODERN

Perkembangan Komputasi Modern      Hampir sebagian besar orang mengetahui apa itu komputer, lain hal nya dengan komputasi. Komputas...